Pelayanan kesehatan tradisional merupakan salah satu dari berbagai kegiatan dalam upaya kesehatan berdasarkan Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.. Kementerian Kesehatan telah menetapkan formularium ramuan obat tradisional Indonesia (FROTI) melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/187/2017, yang penyusunannya dilakukan berdasarkan gangguan kesehatan yang umumnya ditemukan di masyarakat. Penggunaan ramuan dalam FROTI ini diarahkan untuk memelihara kesehatan dan membantu mengurangi keluhan yang diderita.
Penggunaan ramuan obat tradisional untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan termasuk pada masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan/atau Bencana Nasional Coronavirus Disease 2019 (COVID–19), dan meningkatkan dukungan dan kerja sama lintas sektor dan Pemerintah Daerah, khususnya dalam pemberian informasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) berupa obat tradisional Indonesia.Oleh karena itu sangatlah penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat terkait pemanfaatan tradisonal sebagai upaya pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan dengan memperhatikan cara yang tepat terkait pemilihan jenis tanaman, pengolahan tanaman, peralatan yang dipakai dan perlakuan lain untuk menjamin tanaman yang dimanfaatkan dapat memberikan manfaat seperti yang diinginkan.,Dalam rangka memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait jenis TOGA yang banyak tersedia di alam dan manfaatnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh ditengah masa pandemi ini dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait cara pengolahan TOGA agar bisa dikonsumsi dengan benar untuk meningkatkan daya tahan tubuh ditengah masa pandemi ini. Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya mengadakan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat terkait jenis dan pengolahan TOGA yang dapat meniingkatkan imunitas tubuh. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Wonorejo Kecamatan Rungkut Kota Surabaya dengan total peserta 45 peserta pada hari jumat dan sabtu tanggal 9 dan 10 April 2021. Kegiatan ini dilakukan secara luring dan daring dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.





