Prodi S1 Farmasi FK-UHT lakukan Pengabdian Masyarakat di Sumenep, dihadiri Gubernur Jatim

Prodi S1 Farmasi FK-UHT lakukan Pengabdian Masyarakat di Sumenep, dihadiri Gubernur Jatim

Dalam rangka pelaksanaan salah satu aspek Tri Dharma yaitu pengabdian masyarakat (pengmas), Prodi S1 Farmasi Fakultas Kedokteran – Universitas Hang Tuah (UHT) turut serta dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat di Pantai Slopeng, Sumenep, Madura pada tanggal 22 Juni 2022. Kegiatan pengmas ini diinisiasi oleh Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Laut (TNI-AL) yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi UHT dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Dalam kegiatan tersebut, hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memberi dukungan serta apresiasi penuh atas kegiatan sosial yan dilakukan. Beliau menuturkan, kegiatan ini dilandaskan atas nama cinta tanah air sehingga terjalin strong partnership.

Kegiatan penyuluhan melibatkan civitas akademika Prodi S1 Farmasi – FK UHT dari perwakilan dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa. Penyuluhan berfokus pada tema penggunaan antibiotik serta stunting.  Selain penyuluhan, dalam kegiatan pengmas ini juga dilakukan wawancara kuesioner kepada masyarakat untuk mengetahui pemahaman masyarakat terkait penggunaan antibiotika dan stunting.

Tema ini relevan dengan fenomena yang terjadi saat ini, yaitu  masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara penggunaan antibiotika yang benar. Hal ini diketahui dari hasil wawancara terhadap beberapa masyarakat yang hadir,  bahwa mereka tidak mengkonsumsi antibiotika yang diresepkan oleh dokter sampai habis dan mengkonsumsi antibiotika tanpa konsultasi dengan dokter. “Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu resistensi antibiotik, sehingga infeksi penyakit akan sulit terobati. Masyarakat perlu memperoleh edukasi terkait hal ini agar bisa menggunakan antibiotik secara rasional”, ujar Ketua Prodi S1 Farmasi – FK UHT apt. Ana Khusnul Faizah, M.Farm.Klin.

Tema lain yang disampaikan yaitu tentang stunting. Saat ini, stunting menjadi salah satu fokus pemerintah dalam penurunan angka kejadian. Dilansir dari aksi.bangda.kemendagri.go.id, prevalensi stunting di Kabupaten Sumenep pada tahun 2022 adalah 3,9%. Prevalensi paling rendah dibandingkan dengan empat kabupaten lainnya di Pulau Madura. Namun, upaya pencegahan stunting masih perlu terus dilakukan melalui edukasi dan promosi. Melalui kegiatan pengmas ini, Prodi Farmasi FK – UHT ikut serta dalam mendukung pemerintah untuk mencegah stunting dengan memberikan edukasi kepada para ibu yang hadir di Pantai Slopeng.

 

 Jl. Arif Rahman Hakim 150 Surabaya
Telp : (031)5945864
Mobile :  082211002660 Instagram :  farmasi.uht Youtube :  Channel Farmasi Hang tuah
Report : https://forms.gle/p32TvwJ6fe5oGgPD8