Himafar Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah mengadakan acara yaitu Sharing Session Alumni dengan tema “Amineptine (AMazing, INstructive, Educated, PosiTive, INcrediblE)”. Dimana acara ini bertujuan untuk memberi informasi yang edukatif dan berguna untuk mahasiswa prodi farmasi Universitas Hang Tuah yang dibawakan secara santai dan menyenangkan. Dalam Acara kali ini kakak-kakak alumni akan berbincang dan berbagi kisah tentang keberhasilan dan prestasi setelah menempuh pendidikan di Prodi S1 Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya. Dalam kesempatan kali ini, Himafar FK-UHT mewawancara Saudari Qotrun Nadiyah, yang berasal dari Angkatan 2016, Pada saat ini Saudari Qotrun Nadiyah telah mengambil Profesi Apoteker di Universitas Islam Sultan Agung Medan dan Lulus dengan Predikat Cumlaude.
Dalam wawancara nya saudari Qatrun Nadiyah Mengungkapkan salah satu alasan nya memilih profesi Apoteker di Universitas Islam Sultan Agung Medan adalah karena kurikulum disana PKPA penuh dan terarekditasi B. Untuk persyaratan masuknya kurang lebih sama seperti kampus lain, hanya saja yang sedikit membedakan profesi apoteker di Universitas Islam Sultan Agung Medan mengharuskan tes toefl yang diselenggarakan kampus, tidak menerima hasil tes toefl dari tempat lain. Menurutnya perkuliahan di S1 Farmasi sangat berbeda jika dibandingkan saat menempuh profesi apoteker. Jika saat kuliah di S1 Farmasi dirinya dibekali dengan berbagai teori mata kuliah dan praktikum di laboratorium, maka saat menempuh profesi apoteker dirinya langsung berhadapan dengan masalah dilapangan.
Saudari Qatrun Nadiyah menuturkan bahwasanya berkuliah di prodi Farmasi Hang Tuah Surabaya membuatnya lebih siap dan unggul saat melanjutkan profesi apoteker, hal ini dikarenakan proses perkuliahan di Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah dilakukan oleh dosen yang profesional dalam bidangnya, selain itu mahasiswa juga dibekali farmasi yang didasarkan pada IPTEK kelautan yang mana tidak diajarkan dikampus lain. Lulus dengan predikat cumlaude membuat saudari Qatrun Nadiyah sangat enang dan bersyukur. Menurutnya membuat rangkuman dari setiap mata kuliah adalah cara jitu dan efektif untuk belajar. Merangkum materi yang didapat membuat isi dari setiap mata kuliah dapat dimengerti dan diingat dengan mudah.
Di akhir wawancaranya saudari Qatrun Nadiyah Menuturkan sebagai mahasiswa harus pandai mengatur waktu, jika dalam prosesnya masih belum mencapai target maka jangan menyerah dan terus berusaha karena tidak ada jalan pintas dalam mencapai impian semua pasti pernah mengalami kesalahan dan kegagalan, tetap tenang dan pantang menyerah serta fokus pada tujuan.

